PWI DIJUAL MURAH: KETIKA MARWAH DITUKAR FOTO DAMAI
Semua kegagahan itu runtuh seketika saat foto beredar: Ketum PWI berjabat tangan, tersenyum, berdamai dengan Hotman Paris Hutapea di depan "Godfather politik" Sufmi Dasco Ahmad.
Investor institusi asing, karena berbagai alasan, makin alergis berinvestasi di Indonesia. Pull out masih terus berlangsung di saham, di SBN, di FDI. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Market, yang dulu pernah 2.6%, kini tinggal 0.4%.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Investor ritel, saya salah satu, punya keterbatasan. Horison investasi mereka relatif pendek. Kadang emosional. Harga naik sedikit TP (take profit). Harga turun sedikit CL (cut loss).
Karena itu saham yang investor institusional tidak hadir sebagai pemegang, karena alasan fundamental, atau kapitalisasi yang kecil, atau likuiditas yang tipis cenderung stagnan.
Investor institusi cendeng memiliki horison investasi lebih panjang. Dan lebih rasional.
Tapi dua dua soal runyam dengan investor institusi ini, di sini.
Pertama, institusional investor dalam negeri sering sekali dikendalikan oleh orang orang serakah yang mengorbankan organisasi untuk keuntungan pribadi Lihat: Jiwasraya, Asabri, Taspen, dst.
Kedua, sementara investor institusi asing, karena berbagai alasan, makin alergis berinvestasi di Indonesia. Pull out masih terus berlangsung di saham, di SBN, di FDI. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Market, yang dulu pernah 2.6%, kini tinggal 0.4%.
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id
Semua kegagahan itu runtuh seketika saat foto beredar: Ketum PWI berjabat tangan, tersenyum, berdamai dengan Hotman Paris Hutapea di depan "Godfather politik" Sufmi Dasco Ahmad.
Ini tantangan kita. Di era bunga 6%, siapa yang mau naruh duit di "tabungan emas" yang bunganya 0%? Beranikah bullion bank memberikan bunga pada tabungan emas? Misal 2-3% per tahun.
Program MBG itu niatnya mulia. Tapi niat mulia tanpa eksekusi bersih akan melahirkan generasi yang bukan cuma stunting, tapi juga keracunan. Dan itu jauh lebih mahal biayanya.