Musim LK: Hiburan Mahal di Bursa Negara Dongeng
Kita menyongsong musim laporan keuangan. Bagi investor ritel fundamental, ini musim hiburan. Bagi bandar, ini musim panen. Bagi koruptor, ini musim bagi-bagi.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Harga emas hari ini, spot maupun berjangka, menembus U$3,300 per troi ons. Luar biasa! Rekor sepanjang sejarah. Di lihat dari kacamata apapun harga itu luar biasa tinggi. Saya sejak 2022, belasan kali berceloteh tentang emas. Tentang peluang naiknya harga emas. Saya tak mengira akan setinggi ini! Saat itu, 2022, walaupun geopolitik memanas, harga emas masih di sekitar US$1,900 per ons troi. Ada apa sih? Apa di balik harga yang luar biasa itu? Akan banyak yang tak menyukai kesimpulan saya. Tapi bagi saya faktor utama pendorong harga emas adalah kehendak dunia untuk melakukan dedolarisasi! BRICS berdiri pada 16 Juni 2009, produk pertemuan Yekaterinburg Rusia, dengan tema utama, mencari imbangan sistem keuangan global. Sejak itu, selama 16 tahun, bank sentral melakukan pembelian emas besar-besaran. Net buy selama 16 tahun. Selama 3 tahun terakhir 2022 - 2024, bank sentral telah melakukan pembelian sebesar 3.200 ton
[caption id="attachment_3099" align="alignright" width="225"]
Hasan Zein Mahmud[/caption]Jangan kaget. Pembeli terbesar di antara bank sentral itu adalah Bank Sentral China, Bank Sentral Rusia, dan Bank Sentral India. Tiga dari empat negara pencetus BRICS. BRICS++ baru saja mulai. Artinya harga emas masih akan berlanjut mendaki.?Masih belum mau investasi? *) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, ?Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id );
Kita menyongsong musim laporan keuangan. Bagi investor ritel fundamental, ini musim hiburan. Bagi bandar, ini musim panen. Bagi koruptor, ini musim bagi-bagi.
Pemerintah meminta pekerjaan yang mampu dilaksanakan perusahaan daerah diprioritaskan kepada pengusaha lokal. Namun, keberpihakan itu tidak boleh berubah menjadi pembagian kontrak berdasarkan kedekatan politik, hubungan keluarga, atau kepentingan tim sukses.
Investasi US$20,9 miliar diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka ribuan lapangan kerja, dan menghidupkan industri pendukung. Tantangannya, manfaat proyek harus benar-benar tinggal di Tanimbar, bukan hanya mengalir keluar daerah.